Jumat, 18 Juli 2014

Sepercik Ingatan Sebelum Tidur

Jam dindingku berdetak maju
Sepuluh menit lagi jam satu
Angin malam menerpa wajahku
Aku tak tahu rupaku
Rambutuku bergelayut indah di pundak ku
Dihempas oleh angin malam yang meyapuku
Suara malam yang berbisik merdu di telingaku
Tak dapat menimbulkan kantuk ku
Ku berjalan menutup pintu
Agar terhindar dari mimpi buruk yang dapat menggangguku
Kuhempaskan badan ke atas tempat tidurku
dan menarik selimut sampai dagu
Ku pejamkan mataku
Lalu ku munculkan lagi wajahmu
Dari seluk, menuju ke permukaan ingatanku
Membuat anak pikiran ku
Hanya fokus menjadi satu,
KAU.




0 komentar:

Posting Komentar

 
;