Jumat, 18 Juli 2014

Isi Kepala

Ingin rasanya menulis panjang lebar
Melihat rangkaian kata menjadi sebuah kalimat yang intens menjadi nyata
tak hanya di kepala ku saja.
Susah.
Kau selalu mengambil alih semuanya,
termasuk isi kepala ku.
Tak cukup kah dengan hati? kau meminta yang lain.
Kepala, ya kepala.
Tiap kata yang ku susun sedemikian rupa kalah telak oleh mu.
Kau lagi, kau lagi.


Kaget juga melihat ini menjadi nyata,
tak hanya di kepala ku lagi.
Apakah ini artinya kau berhenti mengambil alih?

0 komentar:

Posting Komentar

 
;