Selasa, 22 Juli 2014 0 komentar

Sepotong Opini Mengenai Masalah

Katakan hai pada masalah. Yang selalu datang tak menentu, se-enaknya mengobrak ngabrik kehidupan yang 'baru saja akan berjalan dengan sebagaimana mestinya'. Seandainya menghidari masalah itu se mudah menutup mata, dan WUSSS... problem is gone. Haha, it's not that simple. Jadi, masalah adalah parasit terbesar dalam hidup seseorang, yang bahkan mencari cara untuk mengatasi nya pun belum ditemukan. Menurut kebanyakan orang, "tanpa kita mencari masalah, masalah akan datang dengan sendirinya" dan sial-nya,itu benar. Masalah seperti bayangan kita sendiri, menjadi pengikut kemana pun kita pergi. Kalau ada satu hal yang perlu dicatat untuk menambahkan daftar catatan hal yang tidak mungkin terjadi adalah, setiap manusia akan terhindar dari masalah. Bagaimana kita dapat menghindari suatu atau beberapa masalah, sedangkan masalah seperti sungai yang bermuara, becabang, dari ujung satu berlanjut ke ujung yang satunya lagi? Manusia terlalu banyak menenangkan diri dengan 'hadapi saja masalah itu' atau 'Tuhan tidak akan memberikan masalah jika tidak ada jalan keluar nya' . Bagaimana jika waktu kita tak cukup untuk 'menyelesaikan' masalah tersebut? 
Berbicara masalah memang tak perlu terlalu ber menye-menye, karena ujung ujungnya akan menjadi masalah, lagi.

NB : Saya sedang dalam masalah. Dan ya, cukup rumit.
Jumat, 18 Juli 2014 0 komentar

Sepercik Ingatan Sebelum Tidur

Jam dindingku berdetak maju
Sepuluh menit lagi jam satu
Angin malam menerpa wajahku
Aku tak tahu rupaku
Rambutuku bergelayut indah di pundak ku
Dihempas oleh angin malam yang meyapuku
Suara malam yang berbisik merdu di telingaku
Tak dapat menimbulkan kantuk ku
Ku berjalan menutup pintu
Agar terhindar dari mimpi buruk yang dapat menggangguku
Kuhempaskan badan ke atas tempat tidurku
dan menarik selimut sampai dagu
Ku pejamkan mataku
Lalu ku munculkan lagi wajahmu
Dari seluk, menuju ke permukaan ingatanku
Membuat anak pikiran ku
Hanya fokus menjadi satu,
KAU.




0 komentar

Dalam Secangkir Hangat Cappucino

Ku letakkan rinduku pada secangkir hangat Cappucino
yang tak lagi meletuskan uap panas di udara
namun belum pula terlalu dingin untuk tak diseduh.

Minum lah selagi hangat, sebelum menjadi dingin dan memudarkan rindu yang ku letakkan di sana.




0 komentar

Keahlianku

adalah menunggu.
Saat orang lain tak ingin diminta untuk menunggu,
aku yang tanpa kau minta saja masih tetap menunggu.
Toh ini aku, dan keahlianku.

Saat kau datang,aku tersenyum
Aku salah, karena kau datang hanya untuk kembali membuat ku menunggu,
aku tersenyum kembali, toh ini keahlianku.

Ku lihat kau bersamanya, bahagia
Aku masih disini, menunggu.
Tak apa, ini tetap keahlianku.

0 komentar

Isi Kepala

Ingin rasanya menulis panjang lebar
Melihat rangkaian kata menjadi sebuah kalimat yang intens menjadi nyata
tak hanya di kepala ku saja.
Susah.
Kau selalu mengambil alih semuanya,
termasuk isi kepala ku.
Tak cukup kah dengan hati? kau meminta yang lain.
Kepala, ya kepala.
Tiap kata yang ku susun sedemikian rupa kalah telak oleh mu.
Kau lagi, kau lagi.


Kaget juga melihat ini menjadi nyata,
tak hanya di kepala ku lagi.
Apakah ini artinya kau berhenti mengambil alih?

Jumat, 04 Juli 2014 0 komentar

Aku Tertawa

Saat isi kepala dan isi hati adalah rival satu sama lain.
0 komentar

Bergegas Pergi

Aku ingin ke Selatan, dan kau menunjuk Utara.
Aku ingin ke Timur, dan kau menunjuk Barat.
Entah aku yang tolol atau kau yang tuli.
Seperti halnya ketika aku mengatakan,
"Aku mencintaimu"
namun kau bergegas pergi.
0 komentar

Benar Saja

Benar saja rasa ini untuknya,
Benar saja senyum ini dikarenakan olehnya,
Benar saja aku mencintainya,
Selamanya?
Yang benar saja.
 
;